Jangan lewatkan Insya Allah untuk memperoleh faedah-faedah ilmiah dari Muhadhoroh Masyayikh Ahlussunnah (dari YAMAN dan MADINAH) di Indonesia selama beberapa hari mendatang
 

HUKUM MELANGGAR PERATURAN LALU LINTAS

Fataawa

Syaikh Bin Baaz Rahimahullah ditanya:

“ Apa hukum Islam terhadap seseorang yang melanggar peraturan lalu lintas, misalnya melanggar rambu-rambu lampu merah ?”

Syaikh Bin Baaz Rahimahullah menjawab:

لا يجوز لأي مسلم أو غير مسلم أن يخالف أنظمة الدولة في شأن المرور لما في ذلك من الخطر العظيم عليه وعلى غيره ، والدولة وفقها الله إنما وضعت ذلك حرصا منها على مصلحة الجميع ودفع الضرر عن المسلمين

Terakhir Diperbaharui (Senin, 08 Februari 2010 22:51)

Selanjutnya...

 

SAFARI DAKWAH BERSAMA MASYAYIKH AHLUSSUNNAH DI BALIKPAPAN

Info Dauroh

Hadirilah dengan mengharap ridho Allah Subhaanahu wata’ala, Daurah Ilmiah Islamiah di Balikpapan, Bersama Masyayikh Ahlus Sunnah Pembicara : Asy Syaikh Abdullah Al Mar'i (Yaman) dan Asy Syaikh Muhammad Ghalib Hassan (Madinah) Insya Allah akan dilaksanakan pada hari selasa, tanggal 02 Rabi'ul Awal 1431 H /16 Februari 2010


Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 06 Februari 2010 02:49)

Selanjutnya...

 

BAHAYA EMANSIPASI WANITA

Tafsir

ISLAM MENGAJARKAN KEADILAN

BUKAN PERSAMAAN DALAM SEGALA HAL

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ

(QS.An-Nisaa:34)

Penjelasan beberapa mufradat ayat

(قوامون) : Qawwamun adalah jamak dari qawwam, yang semakna dengan katta qoyyim, yang berarti pemimpin, pembesar, sebagai hakim dan pendidik, yang bertanggung jawab atas pengaturan sesuatu. Namun kata “qawwam” itu memiliki arti yang lebih dari “qayyim”.

(lihat: Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Baghawi).

Terakhir Diperbaharui (Rabu, 03 Februari 2010 06:01)

Selanjutnya...

 

HUKUM BELAJAR KEPADA AHLI BID’AH

Manhaj

Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

 

Apa hukum menghadiri pelajaran ahli bid’ah?

Beliau –rahimahullah- menjawab:

إذا كان يحضر دروس أهل البدعة من أجل أن يناقشهم ويبن لهم الحق والصواب فهو واجب .وإذا كان يريد أن يتعلم منهم فلا يتعلم منهم، حتى لو كان في غير العقيدة، حتى لو كان يدرسهم في النحو أو البلاغة.. لا تـقـربهم؛ لأنهـم قد يدسون السم في الدسم، وأيضاً إذا حضرتهم ربما يغتر بك أحد من الناس؛ يقول هؤلاء ليس في حضور دروسهم بأس.

 

Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 30 Januari 2010 06:26)

Selanjutnya...

 

APAKAH MENCERAIKAN ISTRI HARUS ADA SAKSI?

Fiqh

Syaikh Al-Imam Al-Albani rahimahullah ditanya dengan pertanyaan berikut:

Pertanyaan yang berh ubungan dengan masalah perceraian, apakah mendatangkan saksi merupak an syarat sah-nya talak ?

Beliau menjawab:

“Iya, sebab disana ada kaedah para ulama bahwa talak bid’ah itu diharamkan. Lalu mereka berselisih, apakah talak bid’ah itu jatuh jika seseorang mengucapkannya? Apakah talak jatuh atau tidak? Ada dua pendapat dikalangan para ulama:

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 28 Januari 2010 13:59)

Selanjutnya...

 

ATURLAH WAKTU TIDUR ANDA AGAR SEHAT DAN BERNILAI IBADAH.!

Adab & Akhlak

Tidur adalah kenikmatan dari Allah Azza Wajalla, seorang manusia akan merasakan ketenangan dan istirahat yang baik tatkala diberi kesepatan untuk tidur. Sebaliknya, seseorang yang mengalami kesulitan tidur (insomnia) akan merasa tidak nyaman, gelisah, dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit yang lain. Namun sebaliknya, berlebihan tidur juga dapat memudaratkan bagi dirinya.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 25 Januari 2010 17:02)

Selanjutnya...

 

NASYID (DISEBUT NYANYIAN ISLAMI) BOLEKAH DI DALAM ISLAM ?

Fataawa

Penjelasan Tentang Hukum Nasyid Didalam Syari’at Islam

Serta Fatwa Para Ulama tentang Nasyid

 

Akhir-akhir telah berkembang dikalangan sebagian muslimin suatu jenis hiburan yang dikenal dengan “nasyid islami”, dan dianggap sebagai alternatif  pengganti lagu-lagu dan musik yang didendangkan oleh para biduan (para penyanyi-pen) dan biduanita. Masing-masing dari “tim nasyid” tersebut menggunakan berbagai macam variasi dalam menampilkan nasyidnya, ada yang disertai rebana saja, yang kadang disertai dengan tepukan tangan atau alat-alat tertentu, lalu dinyanyikan oleh orang yang bersuara merdu atau secara berkelompok, ada pula yang meluas, dengan menggunakan semua alat musik yang digunakan oleh para pelantun lagu-lagu yang tidak senonoh, bahkan ada yang tidak ada perbedaan antara lagu-lagu tersebut dengan apa yang dinamakan “nasyid islami” kecuali sya’irnya saja. Adapun iramanya, musiknya dan lantunannya, tidak ada perbedaan.

Terakhir Diperbaharui (Jumat, 22 Januari 2010 23:26)

Selanjutnya...