|
Kaum jin adalah makhluk Allah yang ghaib bagi manusia. Mereka juga diciptakan oleh Allah Azza wajallah, dengan tujuan hanya menyembah kepada-Nya seperti halnya manusia. Namun realita atas taqdir Allah Subhaanahu wata’ala, jin pun mempunyai banyak sekte dalam kehidupannya; Ada yang muslim, kafir, fasik dan adapula yang senang bermaksiat. Namun mayoritas kaum jin adalah kafir dan mengikuti nenek moyangnya (Iblis) yang telah memproklamirkan diri untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Sehingga muncullah bala tentaranya yang disebut syaitan dari kalangan jin dan manusia.
Eksistensi kaum jin juga memiliki peran yang besar dalam berbagai praktek kesyirikan yang diekspos melalui media cetak dan elektronik. Bermunculannya para dukun dan tukang sihir dengan atribut eksklusif seperti ahli supranatural, ahli ruqyah, kyai, pesulap, ahli magic dan seabreg gelar lainnya yang menawarkan jasa “komersilnya” lewat media-media tersebut merupakan bukti kongkritnya. Mereka pun secara transparan dan leluasa menggelar dagangan “kesyirikan” lewat layar kaca, situs internet maupun sms.
Manusia pun berbondong-bondong merespon tawaran tersebut, termasuk kaum muslimin yang dangkal ilmu agamanya. Mereka yang jenuh dengan kemiskinan, merasa kesulitan dalam mencari jodoh, ingin mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi serta tertimpa berbagai penyakit fisik dan mental juga ikut meramaikan praktek kesyirikan dengan mengkonsultasikan berbagai problema hidupnya kepada “orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut”. Padahal, para dukun dan tukang sihir ini pada hakekatnya adalah para dajjal penipu umat dan perauk harta manusia. Mereka menjalin hubungan dengan para syaitan dari kalangan jin untuk menjerumuskan manusia ke jurang kesyirikan.
Lalu bagaimanakah sebenarnya seluk beluk kehidupan Jin dan bagaimana kita bermuamalah (berinteraksi) dengan mereka ?
Bagaimana bentuk amalan serta muamalah mereka dengan para pelayannya dari kalangan manusia ?
Kapan jin dan manusia itu disebut syaitan?
Dengan membaca, menelaah serta memahami apa yang diuraikan di dalam buku ini, maka anda akan mendapatkan jawaban secara tuntas Insya Allah. Demikian pula ada tuntunan syar’i yang harus dipahami oleh setiap muslim dalam menangani penyakit fisik dan non fisik yaitu dengan ruqyah syar’i. Ruqyah syar’i merupakan pengobatan ilahiyah, penyembuhan rabbani dan pengobatan nabawi yang harus dipraktekkan sesuai dengan bimbingan Al Qur’an dan As Sunnah sehingga tidak terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan. Dengan rasa tawakal dan upaya syar’i ini, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan solusi dan kesembuhan dari berbagai penyakit dan terselamatkan dari berbagai macam bahaya praktek kesyirikan.
Kitab Dengan Judul Asli : أحكام التعامل مع الجن وآداب الرقى الشرعية
Ditulis Oleh : Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam Hafizhahulloh
Edisi Indonesia : HUKUM BERINTERAKSI DENGAN JIN & TUNTUNAN RUQYAH SYAR’I
Diterjemahkan Oleh : Al-Ustadz Abu Karimah Askari Hafizhahulloh
Diterbitkan : Pustaka Ats Tsabat Balikpapan
Buku Yang berdimensi : 14 x 21 cm
Jumlah Hal : 366 Hal.
Cover : Doff
Layanan Untuk menjadi Distributor / Agen Hubungi :
Al-Akh Abu Saroh HP : 081350178107
E-mail :
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|