IQ Radio Online
IQ FM 107.9 MHz

listen with Window Media Player   listen with Winamp   listen with iTunes   listen with RealPlayer

Hikmah Salaf Hari ini

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu dengan keduanya: kesehatan dan kesempatan." (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas)

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam duduk diatas mimbar dan kami duduk disekitar Beliau, lalu Beliau bersabda: "Sesungguhnya diantara yang paling aku khawatirkan atas kalian tatkala dibukakan atas kalian kemegahan dunia dan perhiasannya." (Muttafaq alaihi)


Muqaddimah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah ta’ala. Terhadap Kitab Al-Ibanah.. PDF Cetak
Manhaj
Ditulis oleh Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah ta’ala,   
Minggu, 18 Juli 2010 08:37

Alhamdulillah, telah terbit

Al-Ibanah ‘an Kaifiyah At-Ta’amul ma’a Al-Khilaf baina Ahlus Sunnah wal Jama’ah,

(Penjelasan tentang Bagaimana Menyikapi Perselisihan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah).

karya terbaru :

Asy Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah ta’ala

 

Murojaah dan Qiroah :

Al Walid Imam Al-Jarh wa Ta’dil Rabi’ bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah ta’ala


بسم الله الرحمن الرحيم

Muqaddimah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah ta’ala


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد :

 

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji hamba-hamba-Nya sesuai kehendak-Nya, ujian berupa kebaikan dan kejelekan, berbagai fitnah dan cobaan, kenikmatan dan kesengsaraan, persatuan dan perselisihan, juga berupa kesempitan dan kelapangan. Itu semua agar terbedakan mana orang yang jujur dan mana orang yang pendusta, mana orang yang membawa kebenaran dan mana orang yang membawa kebatilan, mana orang yang penyabar dan mana orang  yang mudah berkeluh kesah, mana orang yang berhati-hati dan mana orang terburu nafsu.

 

 

Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3)

[العنكبوت/1-3]

Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-‘Ankabut : 1-3)

Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing hamba-hamba-Nya ketika terjadi peristiwa-peristiwa penting dan fitnah-fitnah yang gelap gulita agar mereka merujuk (kembali) kepada para ‘ulama ahlul bashirah. Karena sesungguhnya mereka lebih tahu tentang fitnah tersebut [1], dan cara mereka menghadapi fitnah tersebut lebih selamat. Hal ini sebagaimana firmah Allah Ta’ala :

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا (83)

[النساء/83]

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Kalau seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri [2] di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri).(An-Nisa` : 83)

Namun sangat disesalkan, ternyata tidaklah datang satu fitnah pun kecuali engkau lihat kebanyakan manusia, khususnya para generasi muda – kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Allah – beterbangan masuk dalam fitnah ini seperti berterbangannya laron-laron masuk ke dalam api, mereka menganggap bodoh para ‘ulama dan berpaling dari bimbingan dan nasehat para ‘ulama tersebut. Mereka masuk dan terlibat dalam fitnah, kemudian membuat qaidah-qaidah dan prinsip-prinsip, tak ayal lagi mereka pun menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, dan di atas (prinsip dan qaidah yang mereka letakkan) itu mereka tegakkan loyalitas dan anti loyalitas (kesetiaan dan permusuhan). Kemudian engkau lihat dari orang-orang gegabah tersebut, ada yang berani lancang menjarh, menjatuhkan vonis fasiq dan vonis bid’ah kepada siapapun yang menyelisih jalan mereka, sebaliknya mereka memuji, menyanjung, dan merekomendasi siapapun yang setuju dan mendukung mereka.

Fa Ya Subhanallah, dalam fitnah berapa banyak harga diri dijatuhkan, berapa banyak tali silaturrahmi terputus, berapa banyak akal dibodohi, berapa banyak kepercayaan dan janji dibatalkan, berapa orang tak berdosa menjadi tertuduh, berapa banyak orang dungu malah direkomendasi, dan berapa banyak para ruwaibidhah sudah berani lancang berbicara. Kalau seandainya urusan tersebut diserahkan kepada ahlinya, kalau seandainya busur panah itu diserahkan kepada ahlinya, tentu tidak akan terjadi hal-hal tersebut. Sesungguhnya para ‘ulama mereka adalah orang-orang yang memiliki akal yang mendalam, orang-orang yang memiliki pemahaman yang tepat.

Wahai para pembaca yang mulia

Di hadapan anda sekarang kitab yang sangat berharga, Al-Ibanah ‘an Kaifiyah At-Ta’amul ma’a Al-Khilaf baina Ahlus Sunnah wal Jama’ah,(Penjelasan tentang Bagaimana Menyikapi Perselisihan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah). Kitab ini menjelaskan dan menerangkan semua yang tersebut di atas dengan penjelasan yang tuntas dan memuaskan. Penulisnya telah menggarapnya dengan sangat bagus dan telah memberikan faidah, menghilangkan penyakit dan memberikan obat. Dan semakin membuat kitab ini bertambah indah dan bercahaya adalah dengan banyaknya penukilan dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang indah, kemudian penukilan dari penjelasan para ‘ulama yang mulia. Maka bagi para pendamba kebenaran jadilah kitab ini sebagai cahaya dan sinar kemilau. Adapun bagi para penentang dan orang-orang yang sombong maka kita hanya bisa katakan kepada mereka (sebagaimana firman Allah Ta’alah) :

وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (105)

[البقرة/105]

dan Allah mengkhususkan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Al-Baqarah : 105)

Adapun penulis kitab ini, beliau adalah Asy-Syaikh Al-Faqih Al-Muhaddits Al-Murabbi Muhammad bin ‘Abdillah Al-Imam, pengasuh markiz Darul Hadits Ma’bar. Allah kumpulkan untuk beliau ta’lim, dakwah, dan tulisan. Beliau adalah seorang yang faqih yang luas (keilmuannya). Beliau adalah pembimbing yang sangat mumpuni dalam menghadapi fitnah-fitnah masa ini. Karya-karya tulis beliau membuktikan hal itu, seperti Al-Mu`marah Al-Kubra ‘ala Al-Mar`ah Al-Muslimah,Naqh An-Nazhariyyat Al-Kauniyyah, Tamamul Minnah fi Fiqh Qital Al-Fitnah, Al-I’lam Al-Amajid …,dan masih banyak lagi karya tulis bermanfaat lainnya. Yang itu menunjukkan spelialisasi beliau dalam masalah fiqhul waqi’ di bawah bimbingan Al-Kitab dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para ‘ulama umatFajazahullah khairan, dan semoga Allah membarakahi beliau dan membarakahi ilmu beliau. Semoga Allah memberikan manfaat dengan kita dan dengannya kepada Islam dan Muslimin, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

صلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

 

Terdapat  Muqaddimah Para Ulama yang lain di dalam kitab ini :

Taqdim : Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Yahya Al-Bura’i hafizhahullah

Taqdim: Asy-Syaikh ‘Abdullah bin ‘Utsman Adz-Dzamari hafizhahullah

Taqdim Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Ash-Shaumali hafizhahullah

Taqdim : Asy-Syaikh ‘Utsman bin ‘Abdillah As-Salimi hafizhahullah

Terakhir diperbarui  Dibaca: 297 kali.