Hikmah Salaf Hari ini
| Muqaddimah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Ash-Shaumali hafizhahullah |
|
|
| Manhaj |
| Ditulis oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Ash-Shaumali hafizhahullah |
| Sabtu, 24 Juli 2010 13:37 |
|
Alhamdulillah, telah terbit Al-Ibanah ‘an Kaifiyah At-Ta’amul ma’a Al-Khilaf baina Ahlus Sunnah wal Jama’ah, (Penjelasan tentang Bagaimana Menyikapi Perselisihan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah). karya terbaru :Asy Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah ta’alaMurojaah dan Qiroah : Al Walid Imam Al-Jarh wa Ta’dil Rabi’ bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah ta’ala
بسم الله الرحمن الرحيم Muqaddimah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Ash-Shaumali hafizhahullah الحمد لله رب العالمين وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد : Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (29 [الفتح/29]
Allah juga berfirman : وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (215) [الشعراء/215] dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman. (Asy-Syu’ara : 215) Allah Subhanahu wa Ta’ala : وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134) [آل عمران/134] “dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali ‘Imran : 134) Allah berfirman : فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (40) [الشورى/40] Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim. (Asy-Syura : 40) وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35) [فصلت/34، 35] Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. (Fush-shilat : 34-35) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (54) [المائدة/54] Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui. (Al-Ma`idah : 54) Allah juga berfirman : Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Karena itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat : 10) وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (46) [الأنفال/46] Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Anfal : 46) فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159) [آل عمران/159] Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali ‘Imran : 159) لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (114) [النساء/114، 115] Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (An-Nisa` : 114) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ألا أخبركم بأفضل من درجة الصيام والصلاة والصدقة ؟ ” قالوا بلى يارسول الله. قال ” إصلاح ذات البين وفساد ذات البيت الحالقة ” . “Maukah kalian aku berita tahu orang yang lebih afdhal daripada tingkatan ibadah shaum, shalat, dan shadaqah?” Para shahabat menjawab, “Iya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Mendamaikan Dzatul Bain (tali hubungan antar kalian). [3] Karena rusaknya hubungan antar kalian adalah ‘Al-Haliqah’ [4]”.HR. Ahmad, Abu Dawud,dan At-Tirmidzi dari hadits Abu Ad-Darda`radhiyallahu ‘anhu dengan sanad hasan. Terdapat dalam Ash-Shahihain dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz dan Abu Musa ke Yaman, kemudian beliau bersabda : يسرا ولا تعسرا وبشرا ولا تنفرا وتطاوعا ولا تختلفا Permudahlah dan janganlah kalian berdua mempersulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian berdua membuat orang lari, dan saling sepakatlah kalian dan jangan saling berselisih.. Terdapat Shahih Muslim dan lainnya dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Shadaqah itu tidaklah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah untuk seorang hamba dengan pemaafan (yang ia berikan) kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah kecuali Allah akan mengangkat kedudukannya. Terdapat pula dalam Shahih Muslim dan lainnya dari hadits ‘Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhubahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : وإن الله أوحى إلى أن تواضعوا حتى لا يفخر أحد على أحد ولا يبغي أحد على أحد Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar hendaknya kalian bersikap tawadhu’, sehingga tidak ada seorangpun yang sombong terhadap yang lainnya, tidak ada seorang pun yang berbuat zhalim terhadap lainnya. Wa ba’d : Aku telah membaca kitab Al-Ibanah ‘an Kaifiyah At-Ta’amul ma’a Al-Khilaf baina Ahlus Sunnah wal Jama’ah, (Penjelasan tentang Bagaimana Menyikapi Perselisihan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah) karya saudara kami fillah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdillah Al-Imam hafizhahullah. Maka aku dapati sebagai kitab yang sangat bermanfaat dalam bidangnya, memuaskan dalam penjelasannya, tepat dalam kesimpulan-kesimpulannya. Faidah-faidahnya sangat layak untuk ditempuh rihlah demi meraihnya. Semoga Allah memberi pahala kepada penulisnya, betapa besar semangat dan perhatiannya terhadap saudara-saudaranya. Maka aku menasehatkan kepada saudara-saudaraku Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk menaruh perhatian kitab yang penuh barakah ini, membacanya, mempelajarinya, atau pun yang lainnya. Semoga Allah memberi taufiq kita semua kepada amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Kita memohon kepada Allah Al-‘Alim Al-Halim Ar-Rahman Ar-Rahim agar menjadikan kita faqih dalam agama, mengajarkan kepada kita tafsir, dan memberikan rizki kepada kita kecintaan kepada hamba-hamba-Nya yang shalihin, tutuplah amal kami dengan kebaikan, wafatkanlah kami dalam keadaan Engkau ridha terhadap kami, sesungguhnya Engkau Maha Kaya dan Maha Terpuji. وصل اللهم وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين Ditulis oleh : Muhammad bin Shalih Ash-Shaumali 15 Shafar 1431 H
|
| Terakhir diperbarui Dibaca: 271 kali. |
Baca Terbaru
- Meneladani Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Ber'idul Fithri
- Raihlah Keutamaan di Sepuluh hari terakhir Ramadhan!
- Hukum Menyerahkan Zakat Kepada Seorang Yang Tidak Mampu Membiayai Pernikahan
- KAJIAN INTENSIF RAMDAHAN 1431 H./2010 M. DI MA'HAD IBNUL QOYYIM BALIKPAPAN
- CARA MENGETAHUI MASUKNYA BULAN RAMADHAN
- KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN BERPUASA DIDALAMNYA
- “WASPADALAH DARI PENYIMPANGAN MANHAJ ALI HASAN AL-HALABI.”
- APAKAH ADA PUASA YANG DIWAJIBKAN SEBELUM DIWAJIBKAN PUASA RAMADHAN?
- HUKUM-HUKUM PUASA RAMADHAN
- NASEHAT UNTUK KAUM MUSLIMIN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
HARI INI

Alhamdulillah telah terbit
sebuah buku,
Penggugah Cakrawala Anda
untuk memahami Seluk beluk
kehidupan JIN dan
bagaimana kita Berinterkasi
dengan mereka,



Muhammad itu adalah Rasulullah dan orang-orang yang bersama dengannya adalah 


